Sabtu, 08 April 2017

TESTIMONI



Nama   : Nirmala Sari
NIM    : 161301014
Kelas   : Psikologi Pendidikan A

Selama mata kuliah Psikologi Pendidikan yang berjalan selama setengah semester ini, saya banyak mendapatkan ilmu yang lebih tentang Psikologi, terutama Psikologi Pendidikan. materi-materinya sangat menarik dan bagus  untuk menambah ilmu dan pengetahuan saya dalam belajar Psikologi Pendidikan ini. Dalam mengajar dosennya menyampaiakan materinya dengan sangat baik, mulai dari awal perkuliahan hingga akhir perkuliahan. Dengan jam perkuliahan nya yang 2 sks dan ditambah lagi dengan waktunya yang cukup membuat saya dan kawan-kawan  jadi malas dan lapar, apa lagi kalo dosennya lama keluar kelas dan waktu sholat zuhur pun sudah masuk. Disitu kadang saya sangat kesal karena harus buru-buru sholat, karena jam 1 harus masuk Psikologi Organisasi dan Industri lagi.   
Hampir di setiap materi kami selalu di beri tugas, yang bertujuan untuk menambah ilmu-ilmu baru buat kami. Setelah tugasnya selesai, tugas tersebut akan di posting ke blog kami masing-masing dan batas pengumpulan juga diberi, dimana itu bertujuan agar kami disiplin waktu. Tugas tersebut selalu diberi untuk tugas kelompok, dimana tugas kelompok tersebut diajarkan untuk kita tetap selalu bekerja sama dan saling membantu. Pada mata kuliah ini, kami diberi tugas untuk mengobservasi sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMK,dan SMA  dan itu adalah hal yang sangat menarik.
Pada tugas observasi ini,kelompok saya diberikan tugas untuk mengamati atau mengobservasi remaja awal atau anak SMP. Saya sangat tertarik dan suka dengan tugas ini, kami bukan hanya mengobservasi, tetapi juga harus membuat laporan dan pastinya akan di posting diblog juga. Saya sangat berterima kasih kepada dosen Mata kuliah ini, karena dosen dan dalam mata kuliah ini telah membuat saya lebih dekat lagi dengan teknologi. Dan menambah wawasan saya. Insyaallah sekarang saya sudah paham bagaimana cara mengajar yang efektif, ternyata mengajar itu butuh cara yang efektif agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar dan nyaman antara guru dengan muridnya.

Jumat, 31 Maret 2017

PERENCANAAN, INTRUKSI DAN TEKNOLOGI


 resume 1:
 Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi

PERENCANAAN
Seringkalia dikatakan bahwa jika seseorang membuat rencana, maka dia merencanakan kegagalan.Banyak orang sukses menghubungkan prestasi mereka dengan perencanaan yang efektif .Misalnya, Lee Lcocca (1984),menisbahkan kesuksesannya pada para perencanaan nya.Disini saya akan mendeskripsikan apa itu perencanaan instruksional dan kerangka waktu dari perencanaan.
Perencanaan Intruksional
Perencanaan adalah aspek penting untuk menjadi guru yang kompeten .Perencanaan intruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematikdan tertata untuk merencanakan pelajaran.Guru perlu menentukan seperti apa dan bagaimana mereka akan mengajar.
Kerangka Waktu
Menyusun rencana waktu yang sistematis membutuhkan pengetahuan tentang apa-apa yang perlu dilakuakan dan kapan melakukannya,atau perlu fokus pada “tugas” dan “waktu” .
Robert Yiger (1980) mengidentifikai lima rentang waktu perencanaan  guru yaitu ,perencanaan tahunan,perencanaan term,perencanaan unit,perencanaan mingguan, dan perencanaan harian..Ia juga merekomendasikan agar guru memerhatikan empat area rencana, dan kriteria efektivitas perencanaan.

PERENCANAAN DAN INTRUKSI OELAJARAN TEACHER-CENTRED
Perencanaan Pelajaran Teacher-Chentred
Tiga alat umum di sekolah yang berguna dalam perencanaan teacher-centered adalah menciptakan sasaran behacvioral (perilaku) ,menganalisis tugas,dan menyususn taksonomi (klasifikasi) instruksional.
Menciptakan Sasaran Behavioral.Sasaran behavioral
Behavioral objectives ada;ah pernyataan tentang perubahan yang diharapkan oleh guru akan terjadi dalam kinerja murid.Menurut Robert Mager (1962),sasaran behavioral harus spesifik.Mager percaya bahwa sasaran behavioral harus mengandung tiga bagian yaitu :
§  Perilaku murid. Fokus pada apa yang akan di pelajari atau dilakukan murid
§  Kondisi dimana perilaku terjadi.Menyatakan bagai mana perilaku akan di evaluasi atau dites
§  Kriteria kinerja. Menentukan level kinerja yang dapat diterima
§  Kemampuan perseptual.Murid menggunakan indra ,seperti pengelihatan ,pendengaran atau sentuhan ,untuk melakukan sesuatu
§  Kemampuan Fisik.Murid mengembangkan daya tahan,kekuatan,fleksibilitas,dan kegesitaan
§  Gerakan terlatih.Murid melakukan keterampilan fisik yang kompleks dengan lancar
§  Perilaku nondiskusif.Murid mengomunikasikan perasaan dan emosinya melalui gerak tubuh
Dimensi pengetahuan dibagi menjadi empat kategori,yang berada di kontinum mulai dari konkret (faktual) sampai abstarak (metakognisi) sebagai berikut :
o   Faktual.Elemen dasar yang harus diketahui murid agar bisa menguasai suatu disiplin ilmu dan memecahkan problem yang ada di dalamnya
o   Konseptual.Kesal;ing hubungan antara elemen dasar di alam struktur yang lebih besar yang membuaatnya abisa berfungsi bersama.
o   Prosedual.Bagaimana mengunakan sesuatu,metode penelitian dan kriteria untuk nmenggunakan suatu keahlian
o   Metakognitif.Pengetahuan kognisi dan kesadaran akan kognisi seseprang
Dimensi kognitif ,terdiri dari enam kategori berada di dalam kontiniudari kurang kompleks (mengingat )sampai lebih kompleks (mencipta)
Intruksi Langsung
            Intruksi langsung adalah pendekatan teacher-centered yang terstruktur yang dirincikan oleh arahan dan kontrol guru,ekspentasi guru yang tinggi atas kemajuan murid..Tujuan penting dari intruksi langsung adalah memaksimalkan waktu belajar murid.

Strategi Intruksi Teacher-Centered
o   Mengorientasikan.Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru,susunlah kerangka pelajaran dan orientasikan murid ke materi baru
o   Advance organizer. Mengorientasokan murid pada materi sebelum materi tersebut di ajarkan
o   Expository advance organizer .Memberi murid pengetahuan baru yang akan mengorientasikan mereka ke pelajaran yang akan datang
o   Comparative advance organizer.Memperkenalkan materi baru dengan mengaittkannya terhadap apa yang sudah diketahui murid.
o   Pengajaran,Penjelasan,dan Demonstrasi.Pengajaran dengan paparan/ ceramah (lecturing).
o   Pertanyaan dan diskusi.Untuk pendekatan instruksi teacher-centered
o   Mastery Learning.Pembelajaran dengan satu konsep atau menyeluruhsebelum pindah ketopik yang lebih sulit.
o   Pekerjaan Rumah. Dengan adanya tugas murid lebih bisa mengulang pelajarannya kembali dan meningkatkan prestasinya.



PERENCANAAN DAN INTRUKSI PELAJARAN LEARNER-CENTERED
Prinsip Learner-Centred
Intruksi  dan perencanaan learner-centered adalah yang dilakukan untuk siswa ,bukan yang dilakukan pada guru.Prinsip learner-centered yang dikembangkan oleh gugus tugas Amerika Psychological Association (APA) dapat dibagi menjadi 4 faktor yaitu :
Ø  Faktor Kognitif dan Metakognitif
Pada faktor kognitif dan metakognitif terdapat enam prinsip yaitu:
1.      Sifat proses pembelajaran
2.      Tujuan proses pembelajara
3.      Kontruksi pengetahuan
4.      Pemikiran strategis
5.      Memikirkan tentang pemikiran (metakognisi)
6.      Konteks Pembelajaran
Ø  Faktor Motivasi dan Emosional
Motivasi dan emosi adalah aspek penting dari pembelajaran yang di bagi menjadi 2 perinsip yaitu :
1.      Pengaruh motivasi dan emosi bagi pembelajaran
2.      Motivasi intrinsik untuk belajar.Motivasi dari diri sendiri
3.      Efek motivasi terhadap usaha.Pembelajaran akan lebih baik jika guru mendorong usaha anak dan ketekunan anak pada tugas
Ø  Faktor Sosial dan Development
Faktor ini memiliki 2 bagian yaitu :
1.      Pengaruh perkembangan pada pembelajaran.kesadaran dan pemahaman akan variasi perkembanagn anak-anak dapat membantu penciptaan kontels pembelajaran yang optomal.
2.      Pengaruh Sosial terhadap pembelajaran.Hubungan interpersonal yang berkualitas dapat menghasilkan rasa percaya dan perhatian sehingga meninggkatkan rasa memiliki,penghargaan diri,dan menghasilkan hasiol pembelajaran yang positif
Ø  Fkator Perbedaan Individual
Pertimbangan perbedaan individual anaka adalah landasan pendidikan yang efektif
Yang terdiri dari 3 bagaian yaitu :
1.      Perbedaan individual dalam pembelajaran
2.      Pembelajaran dan diversitas
3.      Standar dan penilaian.
4.       
TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
            Teknilogi sudah tak asing lagi di telinga kita terutama di dalam bidang pendidikan ,karena sekarang kita hidup di jaman yang penuh dengan teknologi canggih,bahkan anaka sekarang juga sangat mengenal pembelajaran dari teknologi.Seperti jumlah komputer di sekolah-sekolah yang semakain pesat.Namun pada kenyataan nya hanya sekolah yang memiliki guru-guru yang ahali dalam bidang teknologi lah yang benar-benar berubah menjadi sekolah-sekolah yang tinggi teknloginya.
Disini saya akan me,bahas sedikit tentang aplikasi dari teknologi yaitu:
v  Internet
Inti dari komunikasi melalui komputer.Dengan danya internet ini guru dan murid sangat mudah mengakses materi pembelajaran.
v  Webdsite
Tempat individu atau organisasai untuk menampilkan informasi pembelajaran.sssl
v  E-mail
Bagian terpenting dari internet yang digunakan untuk mengirim pesan dan menerima pesan dari banyak individu sekaligus dengan jumlah yang banyak
Terbukti bahwa  Teknologi dalam dunia pendidikan banyak sekali membawa dampak positif terutama dalam kemajuna pembelajaran si murid,sebab mereka tidak hanya mendapat materi  yang hanya di beri oleh si guru ,tetapi mereka lebih bisa menambah wawasan mereka dan menambah ilmu pengetahuan mereka dari berbagai sumber di internet.

MOTIVASI, PENGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN


resume 2:

 MOTIVASI, PANGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN

Apa motivasi itu?
          Motivasi adalah proses pemberian semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Maksudnya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, semangat, terarah dan bertahan lama. Adapun contoh dari motivasi adalah kisah Lance Armstong.Lance aaarmstong adalah seorang pembalap sepeda yang hebat tetapi kemudian didiagnosis mengidap penyakit kanker pada tahun 1996. Peluang kesembuhannya diperkirakan kurang dari 50% saat Lance mengikuti kemoterapi dan emosinya memburuk. Akan tetapi, Lance pulih dari penyakit itu dab bertekad memenangkan lomba Tour de France sejauh kurang lebih 2.000 mil, sebuah lomba balap sepeda paling bergengsi didunia. Hari demi hari Lance berlatih keras, terus bertekad memenangkan lomba itu. Lance kemudian berhasi memenangkan lomba balap Tour de France bukan hanya sekali, tetapi empat kali pada tahun1999,2000,2001,2002. Berkat tekad dan semangat yang kuat dari dalam diri Lance untuk sembuh dan memenangkan lomba balap sepeda Tour de France, akhirnya ia bisa sembuh dan memenangkan lomba balap sepeda yang paling bergengsi tersebut.

Perspektif tentang Motivasi
1. Perspektif Behavioral
       Perspektif behavioral ini lebih menekankan pada imbalan dan hukuman. Eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Intensif adalah suatu peristiwa atau stimulus positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku seseorang. Pendukungan menggunakan intensif menekankan bahwa intensif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat. Contohnya yaitu dengan pemberian hadiah, nilai yang bagus, tanda bintang, pujian, jika mereka menyelesaikan tugas dengan baik.
2. Perspektif Humanistis
       Perspektif humanistis ini lebih menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebesan untuk memilih nasib mereka. Menuruthierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut:
·         Fisiologis; lapar, haus, dan tidur
·         Keamanan (safety) ; bertahan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan.
·         Cinta dan rasa memiliki: keamanan (security), kasih sayang, dan perhatian dari orang lain.
·         Harga diri ; menghargai diri sendiri
·         Aktualisasi diri; realisasi potensi diri.
3. Perspektif Kognitif
       Menurut perspektif kognitif, pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Perspektif kognitf ini juga menekankan pada arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan.
4. Perspektif Sosial
       Kebutuhan  afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman. Ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Kebuthan asfiliasi murid terce,in dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, keterikatan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.

MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU
Ø Motivasi Ekstrinsik
       Motivasi ekstrinik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik ini sering dipengaruhi oleh intensif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Contohnya, murid mungkin belajar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.
Ø Motiasi Intrinsik
       Motiasi intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Contohnya, murid mungkin belajar menghadapi ujian karena ia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu.
MOTIVASI, HUBUNGAN DAN KONTEKS SOSIOKULTURAL
vMotif Sosial
Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial. Kebutuhan ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan, dan pemulihan hubungan yang akrab, hangat, dan personal.
v Hubungan Sosial
     Hubungan murid dengan orang tua,teman sebaya, kawan, guru dan mentor, dan orang lain, dapat memengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka.
v  Konteks Sosiokultural
·         Status sosioekonomi dan etnisitas
          Tantangan utama bagi murid dari etnis minoritas, khususnya mereka yang dari keluarga miskin, adalah soal prasangka rasial, konflik antara nilai kelompok mereka dengan kelompok mayoritas, dan kurangnya orang dewasa yang berprestasi tinggi dalam kelompok kultural mereka yang dapat bertindak sebagai model peran positif.
·         Gender
     Perbedaan gender dalam prestasi berkaitan dengan keyakinan dan nilai. Perhatian utama adalah perbedaan gender dalam interaksi guru dan murid, kurikulum dan isi, pelecehan seksual, dan bias gender. Cotohnya, murid laki-laki lebih punya keyakina kompetensi lebih tinggi ketimbang murid perempuan untuk pelejaran matematika dan olahraga, sedangkan murid keyakinan perempuan lebih tinggi ketimbang murid laki-laki untuk pelajran bahasa inggris, membaca, dan aktivitas sosial.




MURID BERPRESTASI RENDAH DAN SULIT DIDEKATI
Murid yang Tidak Bersemangat
          Jenis murid ini mencakup : (1) Murid berprestasi rendah dengan kemampuan rendah dengan kesulitan untuk mengikuti pelajaran dan punya ekspektasi prestasi yang rendah ; (2) murid dengan sindrom kegagalan; dan (3) murid yang terobsesi untuk melindungi harga dirinya dengan menghindari kegagalan.
Murid yang Tidak Tertarik atau Teraliensi (Terasing)
          Strategi untuk membantu murid yang tak tertarik atau teraliensi adalah membangun hubungan yang positif dengan murid tersebut, membuat sekolah menjadi lebih menarik bagi mereka, strategi mengajar yang lebih menyenangkan, dan mempertimbangkan penggunaan mentor dari komunitas atau murid yang lebih tua sebagai orang pendukung bagi murid.